a boy who dreams to be the world conquest.

Mahluk Sosial dan Konspirasi Penipu Kelas Kapap : Some Pieces of Elementary School Memory

Bicara soal ranking... di masa sekolah, suatu suatu system yang digunakan untuk membanding kan kemampuan siswa sehingga dapat di ketahui urutan siswa terbaik dan terbodoh di kelas. Ranking dapat ditentukan dari hasil akhir dari rata-rata nilai raport masing-masing siswa dapat diurutkan secara DESCENDING. Setelah siswa nomor 1 sampai dengan 10 dengan nilai tertinggi ditentukan, lalu sebagai award nama 10 siswa tersebut namanya dipajang di papan Data Administrasi Kelas.

Sangat luar bisa bukan, siswa diberikan penghargaan bagaikan pahlawan, meskipun hanya temporary, karena tahun depan akan digantikan oleh generasi selanjutnya. 

<>


Elementary school Grade V. Modus dari usia siswa di kelas V adalah 9 tahun, 10 tahun, 11 tahun, dan 12 tahun. Masing-masing siswa mulai menunjukkan keinginan nya, sang guru pun tidak memiliki peraturan yang tampak mengikat, sehingga para siswa di kelas terbebas dari segala rantai aturan. Justru malah para siswa yang merasa memiliki kekuatan di kelas membuat peraturn-peraturan.

Tidak ada aturan untuk memilih tempat duduk, dan juga bebas memilih tablemate oleh sebab itu hingga semester 2 berakhir tempat duduknya sama sekali tidak berubah.

Ditahun anjaran baru ini aku berharap untuk menjadi salah satu siswa yang menduduki kursi 1-10...  Oleh sebab itu aku harus berusaha keras untuk mendpatakanya. Namun keberuntungan tidak bersmaku pada awal kelas VI ini.

Aku mengingat hari itu adalah hari pertama masuk sekolah di kelas V, karena aku datang terlambat aku duduk di ujung kanan belakang, meja yang posisinya paling jauh dari meja guru. 

Dan di hari itu aku menyadari semua orang di kelas telah menjauhi ku karena aku anoying dan menyebalkan. Aku menyadari hal tersebut karena tidak ada seorang pun mau menjadi tablemate ku.

Kursi yang tersisa adalah bersebelahan dengan seorang siswa yang pernah tinggal kelas sebanyak 1x ketika kelas 1, bernama Hammpy.

Hammpy memiliki tipikal seorang bad boy, suka menjahili teman sekelas nya, salah satu pencetus nikname siswa-siswa lain di kelas, selain itu dia juga mewarnai bagian belakang rambutnya dan menolak untuk menghapusnya. Cukup bernyali, dan juga berbadan tinggi untuk seusia anak kelas V yang membuatnya tampak mengintimidasi. Tidak terlalu pintar dalam pelajaran di sekolah, namun bisa dibilang dia adalah siswa yang genius. salin itu kita berdua memiliki kesamaan.. agak kesusahan dalam membaca text dyslexia table mate.

Mulai hari itu, aku selalu duduk sendiri di kelas, menerima kenyataan pahit aku telah gagal hidup sebagai manusia di lingkungan kelas.

Meskipun aku bersebelahan dengan salah seorang preman kelas, aku tetap berusaha berperan menjadi manusia baik, karena sesungguhnya aku takut jika tidak teman sama sekali. Meskipun hanya 1 tetap akan aku coba mendapatkan teman.

Aku yakin saat aku mencoba bertanya apakah kursi di sebelah Hammpy kosong adalah, pertemuan yang sangat membosankan aku rasa, karena tidak ada yang berkesan sama sekali di dalam ingatanku.

<!>



Hari-hari terasa biasa, dan baik-baik saja selama aku bersebelahan dengan salah seorang bad boy dikelas...

Namun ketika ujian telah dimulai Hammpy mulai menunjukkan ekor kebusukannya... memintaku membagikan jawaban yang bisa aku jawab, dan sebagai ganti nya dia menghitung benar jawaban ku yang salah dengan cara mengganti jawaban yang salah.

Aku pun tidak punya alasan yang cukup untuk menolak tawaran manis tersebut. dengan begitu aku terima dengan senang hati dan nilai kita fly to the moon.

Karena nilai ku naik secara pesat melalui jalan kecurangan, hati kecilku merasa iba dengan nilai pas-pasan yang di peroleh oleh Hammpy, aku pun turut berpartisipasi dalam mengganti jawaban Hammpy. Dengan begitu nilai Hammpy pun ikut meroket di ulangan-ulangan berikutnya...


Tidak hanya sampai di situ, ketika mulai banyak tugas rumah, maka Hammpy pun memanfaatkan  persekutuan untuk mendapatkan jawabanku. 


Hari demi hari berlalu, dan hal ini semakin membosankan. Aku mengerjakan tugas dengan usaha dan kemampuanku sendiri, lalu muncul perasaan ketidak adilan di dalam diriku. Hammpy yang hanya menyontek jawabanku mendapatkan nilai yang sebanding dengan ku.

Dan akhirnya aku memutuskan mengubah salah 1 jawaban, untuk menguji apakah dia benar-benar paham yang aku kerjaakan, lalu BOOM, ketika di koreksi di sekolah nilai kita memiliki selisih tentu saja nilai ku menjadi lebih unggul dari Hammpy.

Aku terus melakukan hal tersebut hingga berkali-kali hingga dia sadar dan tidak meminta jawabaan tugas rumah yang aku kerjakan, dan di suatu sisi kerjasama give and take yang di lakukan saat ulangan masih tetap berjalah. Karena sangat menguntungkan bagi ku maka aku tetap mempertahankan kerja sama ini.


Namun seperti yang aku deskripsikan di awal Hammpy adalah sosok yang genius, seorang dalang yang genius. Didasari dengan pengalaman yang bersekolah selama 6 tahun, dusah pasti dia memiliki ribuan, bahakan jutaan trik untuk dapat memperoleh jawaban, dan melakukan persekutuan dengan table mate nya. Saat itu aku masih belum sadar seberapa genius dia, karena secara pendidikan formal aku dengan mudah menipunya dengan jawab yang palsu. 

<>


Merasa persekutuan kita telah aku hianati... Hammpy pun mencoba membalas dengan meminta siswa lain untuk 

Sabamaguro adalah salah seorang siswa di kelas memiliki sudara yang tinggal di dekat rumah Hammpy, terkadang Sabamaguro datang ke tempat sodaranya tersebut, hal yang pasti yang tidak salah sodara Sabamaguro memiliki keakrapan dengan Hammpy. 

Di saat ada kesempatan Hammpy meminta Sabamaguro untuk mengawasi ku saat sedang mengoreksi jawaban.

"Sabamaguro, kau ini teman ku bukan?" ~Ucap Hammpy dengan mengalungkan 

"hemm..." ~

"Tolong awasi Arya saat mengkoreksi jawaban ulangan!" ~ 

"hemm... Baiklah!" ~


Bisa dikatakan Hammpy mengutus seorang assasin bernama "Sabamaguro", untuk menusukku dari belakang.

Hari dimana aku akan jatuh dari puncak kenikmatan nilai yang berasal dari kecurangan, instingku benar-benar menyadari ada seorang yang mengawasiku, oleh sebab itu aku benar-benar berhati-hati untuk beraksi, namun sikap anehku menggundang kecurigaan dari Sabamaguro.

Usai Sekolah Sabamaguro mencegat ku dan menanyakan...

"Apakah kau mencoba mengganti jawaban?" ~ tanya Sabamaguro

"... ..." ~ aku diam saja, dan mecoba menghindari Sabamaguro

"Jika kau melakukannya lagi, aku akan melaporkan mu ke sang guru" ~ teriak Sabamaguro mencoba mengancamku.

<>


Tak gentar mendengarkan ancaman dari di ulangan selanjuntya kami tetap melucurkan operasi kecurangan seperti biasa. Melihatku kembali melakukan kecurangan, lalu setelah sekolah selesai Sabamaguro pun menuggu aku pulang, lalu melaporkan tindak ku kepada sang guru


"Permisi, Tuan Candy Master, apakah kita bisa bicara sebentar ?"~kata Sabamaguro, berdiri di depan meja sang guru.

"Silahkan,..." ~ jawab sang guru... dengan raut wajah positif, karena sang guru pikir Sabamaguro ingin menayakan tentang tugas atau pelajaran kepada nya.

"Arya,... memlakukan pemalsuan jawaban saat ulangan..."

".... ...." Sang guru diam saja, namun dalam hati sang guru berkata.
"Tampaknya tahun ini salah seorang siswa ku telah menempuh jalan sampah...", "Orang semacam itu tidak akan pernah menikmati kesuksesan... aku telah bertemu dengan puluhan kali kasus semacam ini..."


"Sudah kuduga, jadi begitu kah rahasia dibalik nilai nya yang lagi di atas angin... hahahahhahahah" ~ucap Barandon meotong percakpan Candy Master dan Sabamaguro, sambil berjalan mendekati mereka.

"Nasehat tidak ada artinya, masa depan lah yang akan menghukum mahluk ini..." ~Jawab Candy Master.

"... Jika Guru tidak mau menghukum nya, biarkan aku yang menghukum binatang itu... hakhakhakac" ~ Balas Brandon dengan raut muka setengah marah.

Dalam hati berkata
"Tak kusangka akan muncul kesempatan manis seperti ini... Sekali lempar batu , dua burung yang kena"
Barandon sangat gembira mendapatkan kesempatan untuk menjadi pahlawan sekaligus menghancurkan mental salah seorang siswa sampai berkeping-keping.


Ini adalah saatnya para pahlawan beraksi diatas panggung. Sabamaguro mencoba menjadi pahlawan dibalik bayangan, dan Brandon lah akan benar-benar bersinar sebagai pahlawan sejati dalam meringkus kebusukan Arya.

<>


Dan akhrinya Ujian yang selanjutnya pun dimulai... setelah jawaban ujian dikoreksi Brandon menghampiri ku dan menyerobot jawabanku lalu mengkoreksi kembali, dan menemukan banyak jawaban salah namun ditandai benar... 

"Apa-apaan ini... jawaban salah tapi bernilai benar..." Brandon berteriak dan  menatapku dengan mata sinis nya.
"Jumlahnya terlalu banyak untuk disebut kurang teliti..." 
"Sekarang babi totol beralih profesi menjadi penipu... Babi Curang.." dengan suara lantang Brandon berkata seperti itu... dan aku yakin seisi kelas mendengar apa yang dia katakan...

"... ..." ~ aku diam saja tanpa menjawab.

Akhirnya nilai ku menurun hingga 30% yang awalnya 7,5 menurun hingga menjadi 5,5 karena penghakiman yang diberikan oleh Brandon sang palawan bersinar.

Lalu penghakiman yang sesungguhnya dimulai

"Tukang ganti jawaban... penipu... pembohong... korupsi jabawan... pencuri... calon koruptor... gak mau usaha... mahluk rendahan... binatang kotor... perilaku menjijikan... sampah... calon sampah masyarakat..." 

Tak terhitung kata-kata perumpaman yang dapat digunakan untuk mewakilkan diriku mengalir deras dari mulut Brandon.


"... ..."~ aku hanya diam saja... karena aku yang telah melakukan kesalahan...


Beberapa saat kemudian aku merasakan sebuah kejanggalan. Mengapa hanya jawabanku saja yang di perbaiki.

"Mengapa hanya jawabanku saja yang dikoreksi ulang oleh Brandon sang pahlawan bersinar ?"~ Gumam ku dalam hati,  merasa kecewa terhadap sosok pahlawan yang sedang bersinar di depan ku.


hahahah.... Mungkin pahlawan ini kali ini hnayalah seorang pengecut yang hanya berani menungkap kesalahan orang yang lebih rendah dari dirinya... Jawaban ibils di sebelahku tidak berani menyentuhnya sama sekali.


Apakah hanya aku saja yang di laporkan oleh Sabamaguro? Sungguh-sungguh menarik. Aku menyadari case yang sangat ironis ini penghianatan di atas penghianaan...


"Terima kasih atas penghinaan yang sangat luar biasa..." ~ Jawabku dalam hati...

Di perrmalukan dikelas (awalnya memang kesalahaku), dan ditunjuk sebagai manusia paling rendah di kelas.

#Mission Complete... sukses dalam menjatuhkan mental Babi Curang Sialan ke dalam lubang yang jauh lebih dalam lagi.

<>


Sejak awal ini mengkorupsi jawaban merupakan sebuah kesepakan yang disetujui oleh kedua belah pihak yaitu Aku dan Hammpy, namun karena keuntungan yang di trima Hammpy meluas hingga meng-copy jawaban pada tugas rumah ku. Karena penghianatan yang aku lakukan, dia membuatku menangung penghinaan atas kecurangan yang dilakukan bersama.

Jika kejadian tersebut memang kesalahan ku sepenuhnya maka sangat tidak mungkin apabila aku mengancam Hammpy yang berkelas preman untuk mengganti jawabanku.

Benar-benar luar biasa... 

Ke jeniusan seorang Hammpy yang juga memiliki dyslexia disorder seketika dapat mengendalikan Brandon orang nomor 1 di kelas menjadi boneka yang dipekerjakan secara cuma-cuma sebagai alat untuk menghancurkan ku.

Sepertihalnya diriku yang diperlakukan sebagai alat untuk membuat nilai, Brandon di pelakukan seperti alat untuk menghancurkan alat yang sudah tidak bisa dikendalikan lagi.

<>


Dalam lingkungan sosial, jika orang rendahan yang melakukan kesalahan maka hukuman sosial berupa penghinaan yang ditanggung akan berlangsung dalam kurun waktu yang lama, bahkan hingga sampai ke sekolah tingkat selanjutnya akan tetap terbawa jika masih dalam lingkungan dengan manusia-manusia yang sama.

Setelah peristiwa penghakiman atas dosa yang telah aku perbuat, gelar yang aku peroleh adalah koruptor jawaban, dan di setiap ujian dan ulangan Brandon memeriksa ulang jawabanku dengan sikapnya yang seperti polisi lalu lintas yang sedang mencari nasi padang.

Di ujian-ujian selanjutnya aku pun nilai ku turun semakin jauh, bukan karena jawaban yang aku korupsi terciduk melainkan dyslexia disorder yang aku miliki semakin parah karean banyak jawaban yang aku rasa sudah aku tulis dengan benar, namun tidak sesuai ketika dibaca.

"Tttttoolllooooll..." ~Sebuah yang mendeskripsikan diri ku keluar dari mulut Brandon.

"Siswa kelas V, nulis saja gak becus? hahahahaha..."~ ucap Brandon secara lantang.

Karena hal tersebut, Bandon pun memberikan bonus berupa rumor di kelas hingga sampai ke para guru.. 

"Arya yang dulunya pindahan dari salah 1 elite school di kota, tidak bisa baca dan tulis..."...

Dengan semua yang telah dilakukan Brandon pada ku... Brandon sangat yakin aku tidak akan naik dari nomor yang ada paling akhir dikelas.

Saat berita tersebut tersebar di seluruh kelas Canis seorang troble maker atau dapat dikatakan seorang  yang mendapat julukan Demon di kelas ku, memanfaatkan kesempatan tersebut membumbui rumor yang tersebar. Akut tidak tau penyebabnya entah mengapa sang ibils ini membenci ku... karena aku sampah, maka dia selalu ingin membuatku berada di bawah sebagai pengesat kaki nya.


Namun tentu saja sebaliknya... meskipun mencapai no.l sangat mustalih bagi ku namun aku menyadari bahwa aku tidak punya waktu luang untuk putus asa.

<>


Setelah menumbalkan ku sebagai penanggung kesalahan yang kita buat bersama, dan mengikat Brandon sebagai anjing nya untuk mempersempint ruang gerak ku, Hammpy tetap hidup dengan sikap tanpa dosan dan aksi konspirasi pengatian jawaban tetap dilakukan ketika mendapatkan jika mendapatkan table mate yang bisa diajak kerja sama, terbukti karena kasus serupa terjadi kembali di kelas VI, Hammpy dan new tablemate nya mendapatakan nilai di atas 8.0...
Namun saat itu Brandon sang pahlawan bersinar tidak beraksi kembali dalam menegakkan keadilan nya.

<>


Aku sama sekali tidak menyesali apa yang telah aku perbuat, karena penyesalan tidak akan merubah sosok ku yang telah dicap sebagai sampah kelas.

Namun aku sadar mengganti jawaban bukanlah jalan yang tepat untuk mendaki ranking, karena itu sama hal cara kotor yang dilakukan seorang pengecut yang mencoba menyerang dan menghancurkan mental nya tiap-tiap siswa yang berpotensi untuk mendaki ranking..

Menuju generasi baru yang lebih baik di masa depan dilakukan dengan mendidik generasi mudanya untuk saling membantu, menghargai dan menghormati antara satu dengan yang lain. Dunia pendidikan bukan lah medan perang atau lahan untuk berpolitik menjatuhkan lawan untuk mengangkat kedudukannya sendiri dan bukan juga untuk menjadi yang tebaik dari semua yang jelek.

Jumat, 31 Desember 2021

0 komentar:

Posting Komentar

 
Top